Addressing the Digital Divide in Madrasah: Strategies for Improving Infrastructure and Educator Competence Towards Learning Transformation

Authors

  • Supriyanto Biro Perencanaan dan Penganggaran

DOI:

https://doi.org/10.61860/amuya.v2i1.67

Abstract

Digital transformation is inevitable for Islamic schools (madrasah) in responding to the demands of 21st-century competencies. However, the implementation of digital technology in Islamic educational institutions faces serious gaps marked by weak technology integration into core learning processes. This condition is caused by a combination of factors: inadequate ICT infrastructure, low educator digital competency, and stagnant technology utilization for administrative functions rather than pedagogical transformation. The Urgency, Seriousness, Growth (USG) analysis identified Low Educator Digital Competence as the top priority to be addressed (Score 15), followed by Technology Infrastructure (Score 14). The purpose of this policy article is to formulate a comprehensive intervention strategy to overcome these obstacles and encourage Islamic schools to achieve an optimal level of digital transformation. Methodology This writing uses a comprehensive desk research approach, referring to digital education theoretical frameworks such as TPACK and technology adoption models (e.g., SAMR) to analyze the root causes. Primary qualitative data was collected through a synthesis of recent research findings related to madrasah digitalization in Indonesia. Prioritization of issues is structured using the USG (Urgency, Seriousness, Growth) method based on existing data to determine the focus of policy recommendations. The analysis shows that the key to addressing this problem lies in shifting the policy focus from simply procuring devices to strengthening human resources and pedagogy. Three main pillars of intervention are recommended: (1) Continuous improvement of educator competency in digital pedagogy; (2) Acceleration of stable ICT infrastructure equity; and (3) Change in the vision of technology utilization from administrative to transformative curriculum integration. The implementation of this strategy is expected to optimize ICT investment and make madrasahs competitive educational institutions.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, I., & Ritonga, M. (2022). Digitalisasi madrasah: Tantangan kompetensi guru dan infrastruktur di daerah 3T. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 112–129.

Adler, M. J. (1982). The paideia proposal: An educational manifesto. Macmillan.

Ahmad, F. (2022). Politik anggaran pendidikan: Dualisme kementerian dan dampaknya pada madrasah. Pustaka Cendekia.

Azra, A. (2021). Modernisasi pendidikan Islam: Sejarah, tantangan, dan orientasi kurikulum madrasah. Mizan Pustaka.

Baidhawy, Z. (2020). Akar politik pendidikan Islam: Sejarah kompromi negara dan agama dalam tata kelola madrasah. Pustaka Pelajar.

Banathy, B. H. (1991). Systems design of education: A journey to create the future. Educational Technology Publications.

Conner, M. L. (2017). Agile curriculum development: A new approach to instructional design. Agile Learning Press.

Dhofier, Z., & Zamakhsyari, A. (2020). Epistemologi pendidikan pesantren dan tantangan digitalisasi turats. Jurnal Studi Islam Kontemporer, 12(1), 45–60.

Effendi, R., & Suryani, L. (2023). Kesenjangan digital generasi kedua: Dampak kompetensi guru terhadap keterampilan belajar siswa di era teknologi. Jurnal Edukasi dan Inovasi, 11(1), 88–102.

Fauzi, A. (2023). Kurasi konten keislaman: Tantangan kebijakan Kemenag dalam penjaminan mutu materi digital. Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 11(1), 60–75.

Fitriani, R., & Abdullah, M. (2022). Pedagogi digital vs literasi TIK: Arah kebijakan pengembangan kompetensi guru madrasah di era 4.0. Jurnal Kebijakan Pendidikan Islam, 8(2), 112–129.

Hakim, A. (2022). Politik pemangku kepentingan dalam kurikulum madrasah: Analisis path dependency kebijakan Kemenag. Jurnal Administrasi dan Kebijakan Pendidikan, 10(1), 77–91.

Hakim, A. R. (2021). Efisiensi vs transformasi: Evaluasi dampak investasi TIK di lembaga pendidikan Islam. Penerbit Edukasi Press.

Hakim, L. N. (2023). Madrasah di persimpangan zaman: Menjawab tantangan era digital. Penerbit Cendekia.

Hasan, M. (2021). Kurikulum adaptif madrasah: Analisis kebijakan integrasi teknologi dalam rumpun PAI. Jurnal Inovasi Pendidikan, 5(1), 45–58.

Hasan, M. (2022). Analisis kebijakan KMA 183: Antara standarisasi konten dan fleksibilitas pedagogis. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 112–128.

Hasan, M., & Wijaya, T. (2022). Peta kompetensi digital pelajar Indonesia: Studi kasus siswa madrasah aliyah di Jawa Timur. Jurnal Inovasi Pendidikan, 8(1), 77–91.

Hidayat, R. (2021). Politik anggaran Kemenag: Analisis prioritas portofolio dan dampaknya pada alokasi dana madrasah. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 7(2), 112–125.

Hidayat, R., & Pratiwi, A. (2022). Kesenjangan digital di lembaga pendidikan Islam: Studi kasus infrastruktur madrasah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 9(1), 45-60.

Hidayati, N., & Fathoni, A. (2022). Kompetensi Widyaiswara Kemenag: Analisis kesenjangan TPACK instruktur pelatihan guru madrasah. Jurnal Pengembangan SDM Pendidikan, 9(1), 30–45.

Kurniawan, A. (2023). Dampak literasi digital terhadap kesiapan kerja: Tantangan lulusan madrasah di era ekonomi digital. Jurnal Vokasi dan Teknologi, 12(2), 150–165.

Kurniawan, B. (2023). Mitos transfer keterampilan: Mengapa pelatihan TIK gagal mengubah praktik kelas. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 12(2), 115–129.

Lencioni, P. M. (2006). Silos, politics, and turf wars: A leadership fable. Jossey-Bass.

Lubis, M. A. (2021). Digitalisasi madrasah: Antara idealita dan realita infrastruktur. Penerbit Edukasi Nusantara.

Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054.

Mubarak, R., & Fauzi, A. (2023). Studi pemanfaatan sistem informasi manajemen di madrasah: Antara tuntutan administratif dan kebutuhan pedagogis. Jurnal Administrasi Pendidikan, 11(2), 190–205.

Mubarok, H. (2023). Asesmen digital dan dampaknya pada praktik kurikulum madrasah. Jurnal Evaluasi Pendidikan Islam, 7(1), 88–102.

Mulyani, R., & Harahap, F. (2021). Dari literasi menuju pedagogi: Evaluasi program pelatihan guru madrasah di era digital. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 7(2), 102–115.

Muzakki, A. (2022). Kebutuhan konten digital keislaman: Tantangan kebijakan digitalisasi madrasah. Jurnal Studi Pendidikan Islam, 10(1), 78–93.

Nugroho, R. (2023). Orkestrasi transformasi digital: Studi kasus kegagalan implementasi kebijakan di sektor publik. Jurnal Administrasi Negara, 14(1), 55–70.

OECD. (2018). Policy coherence for sustainable development: Towards sustainable and resilient societies. OECD Publishing.

Ornstein, A. C., & Hunkins, F. P. (2018). Curriculum: Foundations, principles, and issues (7th ed.). Pearson.

Osborne, D., & Gaebler, T. (1992). Reinventing government: How the entrepreneurial spirit is transforming the public sector. Addison-Wesley.

Pollitt, C., & Bouckaert, G. (2011). Public management reform: A comparative analysis – New public management, governance, and the neo-Weberian state (3rd ed.). Oxford University Press.

Pramono, B. (2021). Fondasi keterampilan abad 21: Navigasi literasi digital dalam kurikulum modern. Penerbit Cahaya Ilmu.

Pranata, D. (2022). Kepemimpinan digital kepala madrasah: Visi dan manajemen perubahan di era disrupsi. Rajawali Pers.

Prasetyo, B. (2022). Politik anggaran BOS madrasah: Antara digitalisasi dan hegemoni industri cetak. Pustaka Anggaran Pendidikan.

Rahardjo, S. (2021). Evaluasi kebijakan pelatihan guru: Antara output kuantitatif dan outcome pedagogis. Pustaka Reformasi Pendidikan.

Raharjo, S. (2023). Peran kebijakan kepemimpinan digital kepala madrasah dalam manajemen perubahan teknologi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 11(1), 30–45.

Rahim, A., & Asrori, M. (2022). Analisis beban kurikulum PAI dan implikasinya terhadap inovasi pembelajaran digital. Jurnal Kurikulum dan Pendidikan Islam, 10(2), 115–130.

Rahman, F. (2023). Dampak keterbatasan infrastruktur TIK terhadap adopsi e-learning di madrasah tsanawiyah. Prosiding Konferensi Nasional Pendidikan Agama, 102-115.

Riyanto, Y. (2023). Otonomi kurikulum madrasah: Antara sentralisasi kebijakan dan inovasi level sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 11(2), 104–119.

Santika, D. (2021). Anggaran berbasis kinerja vs. line-item: Implikasi pada integrasi program pendidikan. Jurnal Kebijakan Anggaran Publik, 8(2), 101–118.

Santosa, B. (2022). Pedagogi digital: Prinsip transformasi pembelajaran di abad ke-21. Jurnal Filsafat Pendidikan Nasional, 6(1), 45–58.

Santoso, D. A. (2021). Pedagogi digital: Menavigasi peran guru di abad ke-21. Penerbit Pustaka Ilmu.

Santoso, J. (2023). Manajemen perubahan di lembaga pendidikan Islam: Studi kasus implementasi TIK yang tidak terintegrasi. Jurnal Tata Kelola Pendidikan, 11(1), 45–59.

Siemens, G. (2005). Connectivism: A learning theory for the digital age. International Journal of Instructional Technology and Distance Learning, 2(1), 3–10.

Stenhouse, L. (1975). An introduction to curriculum research and development. Heinemann.

Subagyo, R. (2021). Politik kebijakan kurikulum: Studi kasus adaptasi KMA 183 di era disrupsi. Pustaka Reformasi.

Suharto, B. (2023). Analisis kebijakan anggaran TIK: Studi komparatif madrasah dan sekolah umum di daerah tertinggal. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pendidikan, 7(2), 201–215.

Suhartono, A. (2022). Politik anggaran pendidikan Islam: Analisis komparatif Kemenag dan Kemendikbud. Pustaka Pelajar.

Sulistiyo, A. (2022). Fragmentasi kebijakan pendidikan: Studi komparatif perencanaan anggaran Kemenag dan Kemendikbudristek. Jurnal Kebijakan Pendidikan Nasional, 9(1), 45–59.

Suryadi, A., & Hakim, L. (2021). Dampak asesmen standar terhadap praktik mengajar guru: Studi kasus washback effect AKMI pada kurikulum madrasah. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 8(2), 112–129.

Sutrisno, A. (2021). Transformasi pembelajaran di era digital: Peluang dan tantangan. Jurnal Edukasi Nasional, 5(1), 45–56.

Thoha, M. (2021). Birokrasi dan politik dalam administrasi publik: Analisis reformasi kebijakan pendidikan. RajaGrafindo Persada.

Von Bertalanffy, L. (1968). General system theory: Foundations, development, applications. George Braziller.

W.K. Kellogg Foundation. (2004). Logic model development guide: Using logic models to bring together planning, evaluation, and action. W.K. Kellogg Foundation.

Wahyuni, S. (2023). Dari literasi TIK menuju pedagogi digital: Tantangan transformasi guru madrasah. Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah, 4(1), 15-28.

Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology (G. Roth & C. Wittich, Eds.). University of California Press. (Original work published 1922).

Wibowo, A. (2022). Efektivitas pelatihan TIK bagi guru: Antara kebutuhan teknis dan tuntutan pedagogis. Jurnal Manajemen Pendidikan, 9(2), 134–148.

Wibowo, A. (2022). Manajemen perubahan di organisasi publik: Dari silo birokrasi menuju kolaborasi. Pustaka Manajemen.

Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by Design (2nd ed.). Association for Supervision and Curriculum Development (ASCD).

Laporan dan Survei

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (2018). Pendidikan Agama untuk Era Digital. Jakarta: PPIM UIN Jakarta.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Laporan Evaluasi Kurikulum Madrasah. Jakarta: Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kemenag RI.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Laporan Profil Guru PAI. Jakarta: Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kemenag RI.

Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). (2021). Survei Tren Penulisan Buku Ajar Pendidikan di Indonesia. Jakarta: IKAPI.

Lembaga Kajian Islam dan Pendidikan (LKIP). (2020). Analisis Konten Buku Ajar Pendidikan Agama Islam. Jakarta: LKIP.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (2021). Laporan Tahunan Perlindungan Anak dalam Ranah Digital. Jakarta: KPAI.

Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kemenag RI. (2021). Laporan Kesenjangan Implementasi Kurikulum di Daerah. Jakarta: Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Kemenag RI.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Laporan Tahunan Alokasi Anggaran Pendidikan. (Data tahunan, bervariasi).

Peraturan dan Kebijakan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Peraturan Presiden No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)

Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)

Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2022 (Perubahan atas PP No. 57 Tahun 2021) tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Downloads

Published

01-03-2026

How to Cite

Supriyanto. (2026). Addressing the Digital Divide in Madrasah: Strategies for Improving Infrastructure and Educator Competence Towards Learning Transformation. AMUYA: INDONESIAN JOURNAL OF MANAGEMENT REVIEWS, 2(1), 87–114. https://doi.org/10.61860/amuya.v2i1.67