The Role of the Madrasah Head in Implementing the Independent Curriculum at the Madrasah

Authors

  • Nurhayati Ministry of Religious Affairs Office of Jambi Regency
  • Pebri Edy Ministry of Religious Affairs Office of Siak Regency - Riau

DOI:

https://doi.org/10.61860/amuya.v1i2.76

Keywords:

Head Master; Independent Curriculum; Madrasah

Abstract

The aim of this policy paper is to find out the role of the Madrasah Head in implementing the Merdeka Curriculum. The research method used is a qualitative, qualitative is a series of procedures designed to produce descriptive data in written or spoken words. The kinds of research are descriptive, that describes about phenomena, events and incidents in certain groups. The results show that; As Madrasah leaders must work together with educators and education staff to improve the quality of education in Madrasah. The role of the madrasa head in implementing the Curriculum merdeka is to encourage a student-centered learning process and allow flexibility for educators and their education staff. In solving problems related to the Problems of implementing the Merdeka Curriculum in Madrasas, the Head of the Madrasah has an active role to answer current problems, related to the implementation of the Merdeka Curriculum effectively and efficiently.

Downloads

Download data is not yet available.

References

E. Mulyasa. (2013). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

A. Almutasim. (2018). Menakar Model Pengembangan Kurikulum di Madrasah. Pena Islam, vol. 1, no. 2, Art. no. 2, September, 1-10.

Abidin, Nurul. (2021). Kebijakan Merdeka Belajar dan Implikasinya terhadap Pengembangan Desain Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam, Vol. 7, No. 1, 65-78.

Alhamuddin. (2014). Sejarah Kurikulum Di Indonesia (Studi Analisis Kebijakan Pengembangan Kurikulum). Nur El-Islam, Volume 1, Nomor 2, Oktober, 49.

Aly, Hery Noer dan Munzier S. (2003). Watak Pendidikan Islam. Jakarta: Friska Agung Insani.

Anjelina, Winda. (2021). Gebrakan Baru Kebijakan Pendidikan Pendidikan Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai 1977 Program Merdeka Belajar Halaman Vol. 5 No. 1, 77-82.

Arifin, Zainal. (2013). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Danim, Sudarwan dan Suparno. (2009). Manajemen dan Kepemimpinan. Transformasional Kekepala sekolahan. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Agama RI. (2005). Pedoman integrasi life skill terhadap pembelajaran. Jakarta: Direktorat jenderal kelembagaan Agama Islam.

Departemen Agama RI. (2008). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang: CV. Asy-Syifa.

Eni Andar. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Menggunakan Learning Management System (LMS). Allimna: Jurnal Pendidikan Profesi Guru Volume 01 Nomor 02, 65-79.

Fauzan. (2017). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: GP Press.

Fitri Wahyuni. (2015). Kurikulum dari Masa Ke Masa. Jurnal, Al-Adabiya, Vol. 10 No. 2, Juli – Desember, 27.

Hamalik, Oemar. (2008). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulym. Edisi II. Bandung: Rosdakarya.

Hanafi Pelu&Muh. Zainal. (2022). Komunikasi Interaktif Melalui Metode Cas-Cis-Cus. Jurnal Ilmiah Nizamia Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Volume 04, No. 2, April, 174.

Hanif Fathoni. (2020). Perkembangan Kurikulum Madrasah di Indonesia. Volume 3 (p. 79). Kediri: Prosiding Pascasarjana IAIN Kediri.

Hasbullah. (2007). Otonomi Pendidikan, Kebijakan Otonomi daerah dan Implikasinya Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hendri, N. (2017). Merdeka Belajar; Antara Retorika dan Aplikasi. Konseling Journal, 30.

Hendri, Nofri. (2020). Merdeka Belajar; Antara Retorika dan Aplikasi. Jurnal E-Tech Vol. 08. No.1., 41.

John Creswell. (2016). Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Metode Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

John Leksi Moleong. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Juliani, A. J., & A. Bastian. (2021). Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Wujudkan Pelajar Pancasila. Jurnal Pendidikan, 257–265.

Kemdikbud. (2020). Merdeka belajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kemendikbud. (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 . Jakarta: Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2012). Bahan Uji Publik Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Pendidikan Nasional RI. (2022). Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi No 033/H/KR/2022. Jakarta: Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Keputusan Menteri Agama. (2022). KMA 347 TAHUN 2022 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Madrasah. Jakarta: Kementerian Agama.

Lismina. (2019). Pengembnagan Kurikulum di Sekolah dan Perguruan Tinggi. Ponorogo: Tim Uwais Inspirasi Indonesia.

M. Qurniawan. (2014). Pengembangan Model Integrasi Pendidikan Siaga Bencana dalam Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah. An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya & Sosial, vol. 1, no. 2,Desember, Art. no. 2,Desember, 50.

Madhakomala, Layli Aisyah, Fathiyah Nur Rizqiqa, Fransiska Desiana Putri, Sidiq Nulhaq. (2022). Kurikulum Merdeka Dalam Perspektif Pemikiran Pendidikan Paulo Freire. Jurnal At-Ta`lim Jurnal Pendidikan Vol. 8 No. 2, 162-172.

Muhammedi. (2016). Perubahan Kurikulum Di Indonesia: Studi Kritis Tentang Upaya Menemukan Kurikulum Pendidikan Islam yang Ideal. RAUDHAH: Vol. IV, No. 1: Januari – Juni, 49.

Nurul Swandari. (2023). Mitra Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah dan Problematikanya. PROGRESSA Vol. 07 No. 01 Februari, 102-120.

Oemar Hamalik. (2013). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.

PMA. (2017). PMA 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah. Jakarta: Kementerian Agama.

Rusnaini, R., Raharjo, R., Suryaningsih, A., & W. Noventari. (2021). Intensifikasi Profil Pelajar Pancasila dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Siswa. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(2), 23.

Sutrisno Hadi. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Wahjosumidjo. (2009). Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Downloads

Published

27-11-2025

How to Cite

Nurhayati, & Pebri Edy. (2025). The Role of the Madrasah Head in Implementing the Independent Curriculum at the Madrasah. AMUYA: INDONESIAN JOURNAL OF MANAGEMENT REVIEWS, 1(2), 117–134. https://doi.org/10.61860/amuya.v1i2.76

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.